Boom..Boom..!!! Rafting di Sungai Palayangan Pangalengan - Bandung
Di penghujung
bulan Mei 2015, kantor kami mengadakan acara kebersaman (Outing) ke
Bandung, selama 3 hari 2 malam kami berada di sana, mengikuti itinerary
yang sudah disusun oleh Panitia yang bekerjasama dengan Mata Angin
Adventure sebagai E.O kami semua enjoy dan happy. Ada beberapa destinasi
yang akan kami tuju namun di forum ini aku mau berbagi cerita tentang
kegiatan rafting/arung jeram di sungai Palayangan Pangalengan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Sentul-Bogor akhirnya kami tiba di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Pangalengan terletak di sebelah selatan Kota Bandung dan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca, perkebunan teh dan Kolam pemandian air panas Cibolang. Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Terdapat beberapa perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN tak heran disepanjang perjalanan menuju ke Pangalengan mata kami disegarkan dengan pemandangan bentangan alam yang indah dan perkebunan sayur yang tertata rapi. Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi.
Setalah menikmati makan siang kami langsung siap-siap untuk kegiatan Rafting, di bagi kelompok masing-masing 5 orang untuk 1 perahu ditambah 1 orang guide, aku, @Gindo Parlin , Intan, Evan dan Kiki dengan serius kami mendengarkan pengarahan singkat dari guide mengenai bagaimana cara menggunakan perlengkapan rafting baik itu pelampung, helm dan dayung, juga aba-aba dari guide apa yang harus dilakukan bila perahu melawati jeram yang menantang dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan contoh perahu terbalik.
Rafting ini dimulai dari Situ Cileunca kemudian dilanjutkan ke sungai palayangan, sungai ini terhubung dengan Situ Cileunca, danau buatan yang sangat besar di Pangalengan. Sungai Palayangan mungkin tidak se-ekstrim sungai-sungai lain, karena air yang mengalir di sungai ini bukan berasal dari air pegunungan langsung melainkan berasal dari bendungan (Situ Cileunca) yang dialirkan sehingga debit air dapat diatur.
Jarak tempuh yang akan kami lalui dari mulai hulu menuju hilir sekitar kurang lebih 4-5 km, diawali dengan mendayung santai dari situ cileunca hingga harus menyeberang jembatan dengan menggotong perahu karet, di 20 meter pertama kami langsung melintasi jeram yang cukup tinggi itu memacu adrenalin kami semua yang ada di perahu.
'Boom Boom..!!!' terdengar suara guide kami, artinya kami disuruh duduk di dasar perahu dengan kepala menunduk dan siap-siap melewati jeram domba, Jeram Domba merupakan jeram paling ekstrim di sungai palayangan, yihaaaa… dan kami berhasil melewati tanpa terjatuh dari perahu…
Setelah itu kami santai menikmati alam di sepanjang sungai sesekali melawati jeram dan sampai lokasi finish di hulu sungai Palayangan yang berarus tenang. Untuk pemula aman dan nagih asal tetap patuh pada instruksi/aba-aba dari guide.
Informasi dari guide kami biaya rafting di sungai Palayangan Rp. 150.000/orang sudah plus makan siang minimal 5 orang.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Sentul-Bogor akhirnya kami tiba di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Pangalengan terletak di sebelah selatan Kota Bandung dan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca, perkebunan teh dan Kolam pemandian air panas Cibolang. Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Terdapat beberapa perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN tak heran disepanjang perjalanan menuju ke Pangalengan mata kami disegarkan dengan pemandangan bentangan alam yang indah dan perkebunan sayur yang tertata rapi. Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi.
Setalah menikmati makan siang kami langsung siap-siap untuk kegiatan Rafting, di bagi kelompok masing-masing 5 orang untuk 1 perahu ditambah 1 orang guide, aku, @Gindo Parlin , Intan, Evan dan Kiki dengan serius kami mendengarkan pengarahan singkat dari guide mengenai bagaimana cara menggunakan perlengkapan rafting baik itu pelampung, helm dan dayung, juga aba-aba dari guide apa yang harus dilakukan bila perahu melawati jeram yang menantang dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan contoh perahu terbalik.
Rafting ini dimulai dari Situ Cileunca kemudian dilanjutkan ke sungai palayangan, sungai ini terhubung dengan Situ Cileunca, danau buatan yang sangat besar di Pangalengan. Sungai Palayangan mungkin tidak se-ekstrim sungai-sungai lain, karena air yang mengalir di sungai ini bukan berasal dari air pegunungan langsung melainkan berasal dari bendungan (Situ Cileunca) yang dialirkan sehingga debit air dapat diatur.
Jarak tempuh yang akan kami lalui dari mulai hulu menuju hilir sekitar kurang lebih 4-5 km, diawali dengan mendayung santai dari situ cileunca hingga harus menyeberang jembatan dengan menggotong perahu karet, di 20 meter pertama kami langsung melintasi jeram yang cukup tinggi itu memacu adrenalin kami semua yang ada di perahu.
'Boom Boom..!!!' terdengar suara guide kami, artinya kami disuruh duduk di dasar perahu dengan kepala menunduk dan siap-siap melewati jeram domba, Jeram Domba merupakan jeram paling ekstrim di sungai palayangan, yihaaaa… dan kami berhasil melewati tanpa terjatuh dari perahu…
Setelah itu kami santai menikmati alam di sepanjang sungai sesekali melawati jeram dan sampai lokasi finish di hulu sungai Palayangan yang berarus tenang. Untuk pemula aman dan nagih asal tetap patuh pada instruksi/aba-aba dari guide.
Informasi dari guide kami biaya rafting di sungai Palayangan Rp. 150.000/orang sudah plus makan siang minimal 5 orang.
Komentar
Posting Komentar