Doladoli goes to Pekalongan
Ini lanjutan cerita dari trip “Doladoli goes to Bandung”


Terima kasih yang tak terhingga buat Pakde Eko dan Bude yang sudah mau kami repotkan
Terima kasih juga buat semua anggota keluarga Doladoli yang ikut trip ini
Kita semua saudara anggota Komunitas Jalan-jalan Indonesia

Keluarga Dodadoli adalah bagian dari Komunitas Jalan Jalan Indonesia,
kenapa disebut keluarga karena kami memang seperti keluarga cemara yang
harmonis yang tak sengaja dipertemukan pada saat Gathering Nasional ke
VII Komunitas Jalan Jalan Indonesia di Malang Jawa Timur.
Tanggal 31 Juli – 02 Agustus 2015 kami mengadakan trip “Doladoli goes to Pekalongan” trip
ini sekaligus halal bi halal dan silahturahmi di Keluarga Pakde Eko
Agus (FB Eko Agus) yang kebetulan berdomisili di Pekalongan. Total yang
ikut trip ini ada 27 orang yaitu : Saya, @Hartono Hasian, Mama @Sumoi
Yo She Fei, Om Christo (FB Christo Wuwur), @Abdul Rozik, Nte Menie (FB.
Triwahyu Trisnaningsin), Priska (anaknya nte Menie), Nte Retsis (FB
Retsis W), Ewan (Ewan San), Nungki (Eknia Nttu Nunk), Rizal (FB Rizal
Mahendra), @Gindo Parlin, Mustofa, Maida, @Maya Sartika, @Gayatri,
@Irmanur, Heru (suami Irmanur), @Kimonoku, Septi, Ibnu, Yudi, Eka
Wahyuni, Linda, Bayu, Desi, Iskandar. Urusan tiket kereta api di
koordinir oleh Irma sehingga kami semua bisa berangkat bersama dalam
satu gerbong, tiket kami sudah ditangan akhir Mei 2015 tinggal menunggu
hari keberangkatan.
Akhirnya
hari itu tiba kami berkumpul di meeting point yang sudah ditentukan
yaitu depan Sevel Stasiun Pasar Senen kami akan menggunakan KA. Tawang
Jaya menuju ke Pekalongan sesuai jadwal keberangkatan di tiket pukul
23.00. namun sayang sekali 4 orang teman kami yaitu Mas Rozik, Ewan,
Rizal dan Gindo tidak bisa ikut karena ada urusan yang tidak bisa
ditinggalkan. Tepat pukul 23.15 kereta berangkat, bagi yang sudah
tau doladoli pasti sudah bisa membayangkan kegaduhan yang terjadi dalam
gerbong kereta ya begitulah kami, mulai dari sibuk berfoto-foto ria
sampai ada yang menginterogasi pelayan restorasi yang keliling jualan,
beruntung tidak ada penumpang lain yang komplain.
Tiba
di Stasiun Pekalongan pukul 04.35 kami sudah ditunggu Pakde Eko,
sebelum menuju rumah pakde kami foto dulu didepan stasiun, total kami
yang berangkat dari Jakarta 21 orang sementara mama Yosi dan om Christo
sudah tiba duluan mereka berangkat dari Bandung, sebagian besar dari
kami menginap di rumah Pakde Eko di Wiradesa dan yang datang bersama
pasangan menginap di Hotel Marlin yang letaknya dekat dengan rumah pakde
Eko.
Sesuai
itinerary hari ini kami akan mengunjungi Curug Bajing yang berada di
Petungkriyono, setelah semua siap kami menuju rumah Pakde Eko di
Kedungwuni untuk sarapan Sego Megono dan selanjutnya akan menuju ke
Petungkriyono, sebenarnya kami akan naik mobil pick-up namun hari ini
mobil yang kami pesan tidak bisa jadilah kami menggunakan 3 angkot,
perjalanan dari Kedungwuni sampai ke Petungkriyono memakan waktu 2 jam
dengan kondisi jalan menanjak, sampai dilokasi curug karena sedang musim
kemarau maka debit air nya pun menurun, tapi tak apalah kami masih bisa
menikmati air terjunnya.
Setelah
puas menikmati keindah curug bajing dan makan siang dilokasi kami
bergegas kembali ke Pekalongan, kebetulan di kawasan Jetayu ada event
Pekalongan Batik Week 2015, sampai disana ada yang belanja batik ada
pula yang hanya berjalan-jalan keliling, sayang sekali kami tiba sudah
sangat sore dan museum batik yang akan kami kunjungi sudah tutup tapi
tak apalah masih bisa berfoto2 di depan museum.
Jam
7 malam kami kumpul kembali untuk makan malam bersama Soto/Tauto khas
Pekalongan, saya lupa apa nama rumah makannya, ada miss communication
pas mau makan malam ini 1 mobil yang sudah duluan mengira tempat makan
itu sudah tutup jadi mereka lanjut pulang ke hotel sementara 2 mobil
lainnya mampir makan disitu dan tempat makan itu buka, karena jaraknya
cukup jauh jadilah kami makan malam terpisah. Setelah selesai makan
malam kami kembali ke rumah Pakde dan yang lain ke Hotel untuk
beristirahat, hari yang sangat melelahkan tapi memiliki keseruan yang
luar biasa.
Hari
kedua kami di Pekalongan diisi dengan kegiatan belajar membatik di
rumah mas Arip, semua sangat antusias, sampai-sampai tempat pembuatan
batik mas arip ambruk karena kebanyakan orang apalagi ada saya yang
berbody big size hahaha…., tapi insiden itu tidak menyurutkan niat kami
untuk melanjutkan belajar membatik. Selesai membatik untuk menghemat
waktu karena jadwal kereta kami pukul 15.35 dari rumah mas Arip kami di
bagi 2 kelompok ada yang mau belanja batik di International Batik Center
ada juga yang mau ke Comal makan kepiting di RM. Pak Kardi.
Semua
kembali ke rumah Pakde Eko jam 13.00 untuk siap-siap kembali ke
Jakarta, kami berangkat ke stasiun diantar oleh pakde eko, bude, mama
Yosi dan Om Christo yang nanti akan berangkat ke bandung malam hari,
kami naik KA Tawang Jaya lagi ke Jakarta sesuai jadwal keberangkatan
pukul 15.35 dan berakhirlah trip “Doladoli goes to Pekalongan”
Sampai jumpa di trip Doladoli goes to........
Terima kasih yang tak terhingga buat Pakde Eko dan Bude yang sudah mau kami repotkan
Terima kasih juga buat semua anggota keluarga Doladoli yang ikut trip ini
Kita semua saudara anggota Komunitas Jalan-jalan Indonesia
Komentar
Posting Komentar